Sabtu, 31 Desember 2011

"The Effort to Increase the Student’s Motivation in Mathematics Learning with Some Teaching Aids in Junior High School 5 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia" ditulis oleh: Marsigit *) & Ida Supadmi %)

Kesimpulan
Oleh: Bayu M Istkandar / 10305141018
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang sering kita dapatkan sejak dari kita awal sekolah, sampai nantinya di tingkat sekolah menengah atas. Sebagian peserta didik menganggap matematika merupakan mata pelajaran yang sangat sulit untuk dipahami. Cara untuk meningkatkan motivasi siswa SMP belajar matematika adalah dengan membuat proses pembelajaran matematika menyenangkan dan menarik yaitu dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Mengoptimalkan penggunaan alat peraga yang diharapkan dapat membantu proses pemikiran abstraksi dari siswa, yang menjadi penyebab siswa sulit dalam belajar. Penelitian bertujuan untuk mengatasi masalah yang dijumpai di kelas 2 SMP 5 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia. Pemilihan pendekatan pembelajaran dan penggunaan alat peraga yang digunakan sebagai model dalam penelitian pembelajaran matematika melalui penelitian tindakan kelas. Objek pembelajaran ialah pemilihan dan penggunaan beberapa alat peraga sebagai model pembelajaran matematika guna meningkatkan motivasi siswa. Hasil penelitian bahwa dengan menggunakan alat peraga terbukti membuat siswa aktif saat mengerjakan lembar kerja di sesi Tanya jawab dan diskusi. Namun kesuksesan proses belajar mengajar Matematika tidak jauh dari peran guru sebagai informatory, komunikator dan fasilitator. Metode pengajaran yang digunakan guru dapat meningkatkan interaksi antara guru, siswa dan pencapaian pembelajaran. Dalam sikap siswa dipengaruhi oleh 2 faktor,yaitu eksternal dan internal (Winoto Putro, 1993:33). Seperti aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar juga mempengaruhi 2 faktor di atas. Faktor eksternal siswa,guru harus memotivasi siswa seperti yang skema dari Ki Hajar Dewantoro,”Ing Madyo Mangun Karso”,yang berarti guru harus meningkatkan motivasi siswa (Mugiharso, 1993). Dengan kata lain,guru harus kreatif. Juga harus ada diskusi antara individual dan kelompok,yang berhubungan dengan “Tut Wuri Handayani” yang berarti guru harus tetap mendampingi mereka dan mengajak siswa menemukan jalan bagi mereka,tetapi masih memberikan koreksi jika dibutuhkan.
Berdasarkan penelitan bahwa dengan bantuan alat peraga dapat meningkatkan motivasi siswa belajar matematika.

*) A Mathematics Lecturer of Faculty of Mathematics and Science at State University of Yogyakarta,
Indonesia
%) A Mathematics Teacher of State Junior High School 5 Wates, Kulonprogo, Yogyakarta, Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar